Senin, 04 April 2011

Mengapa ... ?

Mengapa menoreh hati terluka ?
padahal hampa sudah membekam
hingga tak ada lagi yang terpijak,
akankah sesak di dada bisa terkuak dengan bijak ?

Mengapa perlu berteriak memekak ?
demi busuk yang ditutup-tutupi wangi,
menutup mata pada harga diri sesama,
malah menebar do'a-do'a  khianat

Mengapa tak bisa lidah tak mencemooh ?
busungnya dada untuk sembunyikan ego terpuruk,
seolah langit kan ditelan sendiri,
akhirnya mampu cuma mengumbar amarah

Mengapa ?

Tak bisa dipungkiri,
jiwa yang berkabut terus diyakini,
buruk yang bernanah,
tak akan bisa menebar harum semerbak...

by me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar